KEPERAWATAN BENCANA (SUPPLEMENT)

BAB  1 Konsep dasar Bencana   Yuyud Wahyudi      Pendahuluan  Kompleksnya definisi dan konsep – konsep dasar tentang bencana wajib dikuasai oleh siapapun yang berkecimpung didalamnya, termasuk tenaga kesehatan secara umum dan khususnya perawat. Hal ini penting untuk digaris bawahi mengingat bencana dapat terjadi dimana saja, kapan saja tanpa, dan menimpa siapa saja pandang bulu. Pemahaman tentang istilah – istilah dasar terkait definisi, jenis bencana, serta dampak dari bencana itu sendiri wajib diketahui dan dipahami. Hal ini menjadi penting karena dengan memahami konsep – konsep dasar tersebut maka akan sangat membantu dalam menentukan langkah selanjutnya. Untuk menunjang tujuan tersebut diatas maka pada Bab 1 ini akan dibahas tentang konsep – konsep dasar umum dalam kebencanaan seperti definisi – definisi bencana, jenis – jenis bencana serta dampak bencana secara umum yang timbul akibat kejadian bencana. Pada akhir pembelajaran pada Bab 1, pembelajar dih...

HOME HEALTH NURSING (COMMUNITY HEALTH NURSING 2-COURSE)

 HOME HEALTH CARE 

PERAWATAN KESEHATAN DI RUMAH

 

Oleh 

 


Yuyud Wahyudi

 

1. PENGANTAR KEPERAWATAN KESEHATAN DI RUMAH / HOME HEALTH CARE

 

Seperti diketahui, akhir – akhir ini kebutuhan pelayanan keperawatan kesehatan dirumah terus menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Tren tersebut disebabkan oleh karena banyak faktor diantaranya adalah karena tingginya biaya perawatan di rumah sakit, kompleksitas atau komplikasi penyakit kronis yang diderita oleh pasien, masalah sosial ekonomi pasien dan lain sebagainya yang memaksa pasien untuk pulang paksa lebih awal dan memilih perawatan dirumah dengan perawatan seadanya (Allender et al., 2014). 

Tren tersebut ditambah dengan semakin meningkatnya populasi yang menderita penyakit kronis dan memilih untuk perawatan dirumah. Ledakan angka kelahiran dan gaya hidup yang kurang sehat diprediksi akan sangat membutuhkan peran perawat komunitas untuk aktif melakukan keperawatan kesehatan di rumah dimasa depan (Allender et al., 2014).

Keperawatan kesehatan di rumah bertujuan untuk meningkatkan kemandirian pasien dan meminimalkan resiko kecacatan yang mungkin terjadi melalui praktek kesehatan komunitas (Allender et al., 2014).  Pelayanan keperawatan kesehatan di rumah bertujuan untuk mengurangi kejadian dan mencegah pasien untuk kembali ke rumah sakit, yang artinya pasien diupayakan untuk bisa sehat secara optimal (Wajnberg, Wang, Aniff, & Kunins, 2010 dalam Allender et al., 2014). 

 

 

2. SIGNIFIKANSI PRAKTEK HOME HEALTH CARE NURSING

Secara global pada abad ke – 19, home health care nursing sudah mulai dikenal melalui peran Florence Nightingale dan para perawat dan pegiat sosial dari kalangan bangsawan di eropa. Pada tahun 1893, Lillian Wald mulai mengunjungi rumah di New York City dan menjadi orang yang dikenal karena memprofesionalkan keperawatan melalui home health care nursing. Salah satu inovasi yang dihasilkan dan paling terkenal adalah mulai diberlakukannya cakupan asuransi untuk perawatan di rumah. 

Di negara – negara majuhome helath care nursing salah satu tren yang cukup berkembang pesat dari abad ke abad, dimana pemerintah dan berbagai pihak yang terlibat saling mendukung baik secara teknis pelaksanaan maupun secara pembiayaan dan perlindungan kebijakan. Sebagai contoh pada pertengahan abad ke – 20, pelayanan home helath care nursing mulai diberlakukan bagi mereka ypada ang mempunyai penyakit kronis maupun terminal namun masih memungkinkan untuk melakukan ADL, mereka disarankan dan diupayakan untuk mendapatkan pelayanan home helath care nursing untuk penyakit yang  mereka derita (Allender et al., 2014)

 

Bagaimana dengan di Indonesia, coba anda lakukan analisa !!!

 

Signifikansi home health care nursing terhadap keberlanjutan kondisi kesehatan pasien menunjukkan hasil yang sangat positif. Hal ini dibuktikan dari berbagai telaah riset empirik yang dilakukan oleh perawat peneliti diberbagai belahan dunia. Rahme et al. (2010) menemukan bahwa home helath care nursing setelah hemiarthroplasti dikaitkan dengan penurunan risiko kematian dalam waktu 3 bulan setelah operasi pembedahan. Lim, Wilson, dan Glenny (2011) melakukan systematic review untuk membandingkan langkah-langkah rehabilitasi antara rehabilitasi rawat inap dan rawat inap pada pasien dengan gangguan muskuloskeletal. Temuan mereka sangat mendukung signifikansi hasil praktik home health care nursing dengan hasil yang lebih baik dalam fungsi, kognisi, kualitas hidup, kepuasan serta efektifitas biaya berhubungan dengan intervensi keperawatan yang telah didapatkan oleh pasien. 

Dalam praktek dimasyarakat terdapat dua jenis penyedia home health care nursing, yakni pelayanan yang diberikan tenaga profesional dan non profesional. Perawat (yang memiliki ijin dan memiliki sertifikat kompetensi) adalah termasuk salah satu tenaga profesional dalam melakukan pelayanan home health care nursing bagi pasien dan keluarga.

 

 

3. HOME HEALTH NURSING PRACTICE

Praktek home health care nursing merupakan bagian dasar dalam praktik keperawatan komunitas. Dalam hal ini perawat kesehatan komunitas memberikan pelayanan kesehatan di rumah bagi pasien baik yang menderita gangguan kesehatan yang bersifat akut, kronis maupu terminal dengan mengintegrasikan seluruh prinsip praktek keperawatan kesehatan komunitas yakni berfokus kepada kesehatan lingkungan, psikososial, ekonomi, budaya, dan kepribadian yang mempengaruhi status kesehatan klien dan keluarga (Allender et al., 2014). 

Home Health Care Nursing adalah salah satu bidang praktek dalam keperawatan yang memerlukan sintesis prinsip Keperawatan Kesehatan Komunitas / Community Health Nursing dengan tentang kesehatan komunitas serta bidang keperawatan lainya seperti keperawatan medikal bedah, keperawatan geriatrik, keperawatan jiwa dan spesialisasi keperawatan yang lainnya (Allender et al., 2014).

Oleh karena home health care nursing adalah merupakan praktik profesional keperawatan yang sangat menekankan penghargaan terhadap nilai – nilai kemanusiaan, promosi kesehatan dan mengedepankan prinsip otonomi klien (Stulginsky, 1993a), maka  praktrk home health care nursing akan berjalan dengan efektif sesuai dengan tujuan keperawatan jika memenuhi kriteria dibawah ini : 

a. Perawat harus secara sengaja membangun hubungan saling percaya 

b. Perawat senantiasa merasa sebagai bagian dari pasien sehingga memandang pasien sebagai manusia seutuhnya.

c. Perawat harus mengembangkan hubungan dengan pasien, anggota keluarga serta warga sekitar sejak kunjungan pertama ke rumah pasien.

d. Perawat harus mempunyai berbagai strategi yang dibutuhkan untuk menghadapi berbagai gangguan yang mungkin muncul saat melakukan kunjungan ke rumah pasien.

e. Perawat harus menekankan kemandirian pasien dan keluarga untuk memcahkan masalah mereka sendiri (capacity building) 

f. Perawat harus mengupayakan suasana interaksi yang terjadi selama kunjungan rumah tetap mencair dan tidak terjadi kekakuan hubungan antara perawat, pasien dan keluarga.

g.  Perawat harus mempunyai strategi dan implementasi agar kondisi pasien yang sakit dapat tetap stabil sampai dengan kunjungan rumah berikutnya. 

h. Perawat harus bisa menjaga batas hal – hal yabg bersifat pribadi dan profesionalisme. 

i. Perawat harus mampu melakukan intervensi keperawatan meskipun mengalami keterbatasan sarana dan prasarana 

j. Perawat harus mampu melakukan manajemen waktu yang efektif serta disiplin dalam pemenuhan laporan selama kunjungan rumah / home health care nursing

k. Perawat harus senantiasa menjaga keamanan dan keselamatan dirinya selama melakukan praktik home health care nursing

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4. STRATEGI HOME CARE VISIT

Menurut Allender et al. (2014), strategi  dan kompetensi perawat ketika melakukan praktek home health care nursing secara umum dapat diilustrasikan dalam gambar HOME HEALTH CAREGIVING WHEEL dibawah ini :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

a. Menemukan Rumah Pasien (Locating)

mencari informasi alamat rumah pasien adalah hal pertama yang harus dilakukan oleh perawat yang akan melakukan praktek home health care nursing. Perawat harus mempunyai strategi pencarian alamat secara efektif melalui berbagai sistem informasi dan teknologi terkini. Jika tidak, maka kegiatan ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama dan akan sangat menguras tenaga. Bisa saja, informasi tentang alamat pasien menjadi tidak akurat, karena pasien telah berpindah rumah sebab yang lain. 

 

b. Selalu Ingat Bahwa Perawat Adalah Tamu Dirumah Pasien 

Ketika telah berhasil menemukan alamat rumah dan pasien yang dimaksud, berikutnya perawat harus dapat melakukan kontrak kerja dengan pasien. Ini adalah tantangan tersendiri bagi perawat karena dimungkinkan ada unsur penolakan dari pasien maupun keluarga. Kompetensi menjalin hubungan yang baik dengan pasien dan keluarga sangat penting dimiliki oleh perawat kesehatan komunitas.  Kompetensi lain yang juga tidak kalah penting adalah perawat harus dapat menunjukkan sikap menghormati dan mendengarkan segala permasalahan yang dihadapi pasien dan keluarga secara penuh (pendekatan teapeutik). 

Ketika hubungan perawat – pasien dan keluarga dirasa sudah baik, maka perawat harus memulai rangkaian kegiatan proses keperawatan. Adapun beberapa strategi yang dibutuhkn oleh perawat dalam fase ini adalah :

1) Bersifat fleksibel dalam melakukan pengkajian (pengkajian bisa dimulai dari sub – fase mana saja)

2) Selalu tekankan hal – hal positif kepada pasien

3) Hormati otonomi pasien dan keluarga

4) Bersikap jujur terhadap masalah medis dan resolusi yang paling memungkinkan bagi masalah kesehatan pasien

5) Selalu menekankan pada kemandirian pasien dan keluarga terhadap masalah yang dihadapi (self – management)

 

 

 

 

c. TEPI LINGKARAN / RIM HOME HEALTH CAREGIVING WHEEL DETECTING / MENDETEKSI

Perawat kesehatan komunitas akan ditantang oleh suasana dan kompleksnya permasalahan yang muncul dilingkungan tempat tinggal pasien. Mendeteksi kondisi pasien adalah merupakan proses penilaian yang menyeluruh dan tanpa akhir karena perawat berusaha memahami kondisi kesehatan pasien beserta lingkungan sekitarnya (Zerwekh, 1991). Pada fase ini perawat kesehatan komunitas harus membuka mata, telinga dan indra perasa selebar mungkin agar dapat memahami kondisi dan kebutuhan pasien yang sebenar – benarnya. Berikut adalah berbagai pertanyaan dasar yang dapat digunakan pada fase ini, yakni :

1) Siapa saja yang tinggal di rumah? 

2) Bagaimana mereka berinteraksi? 

3) Siapa pengasuh pasien, dan bagaimana mereka merawat pasien? 

4) Apa relevansi budaya dan agama dalam kehidupan rumah tangga pasien?

5) Bagaimana lingkungan fisik mempengaruhi keselamatan dan keamanan pasien? 

6) Apakah tersedia perlengkapan obat yang dibutuhkan pasien dirumah?

7) Bagaimana pasien melakukan ADL?

8) Dan lain sebagainya. 

Terkadang etiologi penyakit yang mendasar dapat ditemukan dengan cara mendeteksi hubungan kesehatan pasien dengan kondisi lingkungan sekitar di rumah. home health care nursing biasanya dapat menemukan permasalahan inti yang tidak pernah dapat dikaji di rumah sakit.

 

d. Inti Lingkaran Home Health Caregiving Wheel: Promosi Kemadirian (Self-Management)

Praktek kunjungan home health care nursing berfokus untuk mempromosikan self-management / kemandirian pasien dan keluarga dan menghindari kebergantungan pasien dan keluarga kepada kehadiran perawat. Karena, keberlanjutan atas optimalnya kondisi kesehatan pasien adalah sangat tergantung pada kemandirian pasien tersebut sendiri dan atas dukungan keluarga baik bagi pasien yang menderita penyakit akut atau kronis dan terminal. Namun demikian, sampai saat ini belum ada program pemerintah yang secara ekslusif menjamin praktek keperawatan bagi pasien dengan penyakit akut atau kronis di rumah /home health care nursing khususnya untuk mempercepat lama tinggal di Rumah Sakit.

 

e. Jari – Jari Home Health Caregiving Wheel: Collaborating, Mobilizing, Strengthening, Teaching, Solving Problems

Kompetensi perawat yang melakukan home health care nursing keperawatan terpancar dari inti lingkaran hub dan berkontribusi pada promosi perawatan mandiri dalam perawatan keluarga / self-management, termasuk diantaranya adalah kolaborasi dengan berbagai sektor dan bidang lain dalam komunitas serta memobilisasi sumber daya di masyarakat yang dapat membantu stabilitas kondisi pasien setelah mendapatkan program kunjungan home health care nursing

Perawat home health care nursing seyogyanya berkerja dengan berbagai unsur sosial kemasyarakatan untuk membantu  pasien  dlam berbagai layanan yang da dimasyarakat. Disamping itu, fokus utama home health care nursing adalah pengembangan kapasitas atau kemampuan pasien dan keluarga dalam melakukan manajemen kesehatan pasien dan keluarga itu sendiri secara mandiri.

Perawat home health care nursing harus terus berupaya dan mencari strategi yang efektif untuk memberikan pengajaran kepada pasien dan keluarga melalui penjelasan yang mudah dipahami oleh pasien, diskusi, dan modeling behaviour yang jelas untuk menyadarkan pasien dan keluarga sebab akibat dari suatu perilaku kesehatan dan kemampuan mencari solusi yang masuk akal dan dapat dilakukan. Motivational interviewing adalah salah satu metode yang telah terbukti efektif untuk membantu pasien dan keluarga dalam manajemen pengelolaan penyakit kronis dengan pelibatan aktif peran pasien dan keluarga (Huffman, 2007). 

Pada akhirnya, kompetensi bagi perawat home health care nursing yang tidak kalah pentinga adlaah sikap fleksibel dan kreatifitas untuk mencari solusi dalam membantu memcahkan masalah yang dihadapi pasien dan keluarga. Semua solusi yang dianjurkan perawat home health care nursing harus dipastikan bisa laksanakan dengan menyesuaikan dengan kondisi dan sumberdaya yang ada pada diri pasien dan keluarga. Kemampuan Softskill yang baik dari perawat home health care nursing sangat diperlukan dalam hal ini.

 

5. TANTANGAN PERAWAT DALAM IMPLEMENTASI  / HOME HEALTH CARE NURSING

Dalam melakukan home health care nursingseorang perawat selalu ditantang untuk dapat menghadapi dinamika lingkungan yang fluktuatif yang mungkin akan sangat berbeda dengan kondisi lingkungan klinis atau rumah sakit, diantaranya adalah  infection controlmedication safetyrisk for fallstechnology at home, dan nurse safety.

 

a. Infection Control / Pengendalian Infeksi

Perawat yang melakukan home health care nursing harus mengupayakan pencegahan penyebaran infeksi secara dini kepada pasien dengan penyakit kronis yang sedang dalam kondisi kelemahan serta mengalami gangguan imunitas tubuh, serta mencegah terjadinya penyebaran infeksi kepada orang lain melalui kerjasama yang baik dengan keluarga. 

Lingkungan rumah tentu berbeda dengan lingkungan klinis atau rumah sakit, solusi dan kreatifitas mengacu kepada standar pencegahan infeksi diperlukan dalam melakukan home health care nursing guna mencegah penyebaran dan penularan infeksi ketika melakukan home health care nursing. Contoh sederhana adalah kesadaran kepatuhan untuk selalu mencuci tangan di rumah karena tangan adalah salah satu mediator utama penurana infeksi, dan lain sebagainya

 

b. Medication Safety

Perawat yang mealakukan home health care nursing harus senantiasa mempunyai persepsi bahwa keamanan pengobatan pasien adalah merupakan bagian dari tanggung jawabnya. Perawat dalam hal ini harus mengetahui dan melakukan manajemen berbagai hal terkait program pengobatan pasien, mulai dari macam – macam obat yang harus dikonsumsi, dosis, kontraindikasi, maupun interaksi obat ketika dikonsumsi. Perawat juga harus mengetahui ketersediaan obat – obatan yang disimpan oleh pasien dn keluarga. 

Yang tidak kalah penting adalah penting untuk memberikan pengetahuan dan prinsip – prinsip keterampilan kepada pasien  dan keluarga terkait berbagai jenis obat, cara pemberiannya, sserta efek samping obat yang dikonsumsi dengan benar dan tepat.  Melibatkan peran aktif keluarga untuk membantu mengontrol kepatuhan konsumsi obat oleh pasien akan sangat membantu keberhasilan terapi pengobatan yang diterima oleh pasien.

 

 

c. Risk For Falls / Risiko Jatuh

Diperkirakan satu dai tiga orang dewasa yang berusia diatas 65 tahun akan mengalami kejadian jatuh, dengan 20% sampai 30% mengalami cedera parahj (CDC, 2012). Faktor risiko fisiologis yang mendukung terjadinya kejadian jatuh dirumah tersebut diantaranya meliputi hipotensi ortostatik, jantung disritmia, pusing, efek neurologis dan muskuloskeletal yang berpengaruh terhadap keseimbangan tubuh, urgensi berkemih, gangguan pendengaran atau penglihatan, efek penggunaan obat – obatan yang mengganggu tingkat kesadaran, keseimbangan, frekuensi untuk berkemih, dan tekanan darah. 

Dalam hal ini pasien harus diperhatikan oleh perawat yang melakukan home health care nursing terkait  aktifitas kegiatan pasien sehari – hari selama dirumah.  Sangat Penting bagi perawat untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat gerakan atau mengancam terjadinya kejadian jatuh. Perawat home health care nursing harus memeriksa lantai rumah, tangga, dan halaman luar rumah, kabel listrik, tangga, penerangan,; keamanan dapur; dan kamar mandi besert toilet. 

Melakukan Modifikasi keamanan dirumah untuk menurunkan resiko kejadian jatuh sangat diperlukan. Perawat harus dapat melakukan komunikasi efektif dengan pasien dan keluarga terkait rencana modifikasi lingkungan rumah yang harus dilakukan dengan memberikan penjelasan dan alasan yang rasional demi keselamatan pasien. 

 

 

6. S U M M A R Y

Perawat memiliki peran penting dalam home health care nursing masyarakat. Hal ini terutama seiring dengan meningkatnya tren penyakit kronis yang ada dimasyarakat dan semakin kompleksnya dan mahalnya biaya program terapi yang diterima oleh pasien dan keluarga. Tingginya harapan terhadap kesembuhan dan perbaikan kondisi pasien yang mengidap penyakit kronis membutuhkan peran perawat kesehatan komunitas untuk melakukan home health care nursing berkerja secara ekstra. Kompetensi dan pemahaman terhadap peran profesi perawat secara komprehensif, komunitas, komunikasi terapiutik serta etos kerja yang tinggi sangat diperlukan oleh perawat home health care nursing. 

 

 

 

Refferences : 

 

a. Allender et al., 2013. Community & Public Health Nursing, Promoting The Public Health 8th edition. Wolter Kluwer Health Lippincot William & Wilkins. 

 

b. Centers for Disease Control and Prevention. (2012). Falls among older adults: An overview. Retrieved from http://www.cdc.gov/homeandrecreationalsafety/Falls/adultfalls.html

 

c. Home Healthcare Nurses Association. (2012). About HHNA. Retrieved from http://www.hhna.org/About/ 

 

d. Huffman, M. (2007). Health coaching: A new and exciting technique to enhance patient self-management and improve outcomes. Home Healthcare Nurse, 25(4), 271–276.

e. National Alliance for Caregiving. (2012). About Alliance research. Retrieved from http://www.caregiving.org/research/about-our-research 

 

f. National Association for Home Care and Hospice. (2010). Basic statistics about home care. Retrieved http://www.nahc.org/facts/10HC_Stats.pdf 

 

g. Rahme, E., Kahn, S. R., Dasgupta, K., Burman, M., Bernatsky, S., Habel, Y., et al. (2010). Short-term mortality associated with failure to receive home care after hemiarthroplasty. Canadian Medical Association Journal, 182(13), 1421–1426. 

 

h. Stulginsky, M. N. (1993a). Nurses’ home health experience: Part I: The practice setting. Nursing and Health Care, 14(8), 402–407.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ETIKA PENELITIAN

PROGRAM PEMBERDAYAAN KADER DALAM PENCEGAHAN DBD DI DUSUN JUBEL DESA BANTUR KECAMATAN BANTUR (abstrak) prepubliskasi

STRATEGI DALAM EVIDENCE BASED PRACTICE