KEPERAWATAN BENCANA (SUPPLEMENT)

BAB  1 Konsep dasar Bencana   Yuyud Wahyudi      Pendahuluan  Kompleksnya definisi dan konsep – konsep dasar tentang bencana wajib dikuasai oleh siapapun yang berkecimpung didalamnya, termasuk tenaga kesehatan secara umum dan khususnya perawat. Hal ini penting untuk digaris bawahi mengingat bencana dapat terjadi dimana saja, kapan saja tanpa, dan menimpa siapa saja pandang bulu. Pemahaman tentang istilah – istilah dasar terkait definisi, jenis bencana, serta dampak dari bencana itu sendiri wajib diketahui dan dipahami. Hal ini menjadi penting karena dengan memahami konsep – konsep dasar tersebut maka akan sangat membantu dalam menentukan langkah selanjutnya. Untuk menunjang tujuan tersebut diatas maka pada Bab 1 ini akan dibahas tentang konsep – konsep dasar umum dalam kebencanaan seperti definisi – definisi bencana, jenis – jenis bencana serta dampak bencana secara umum yang timbul akibat kejadian bencana. Pada akhir pembelajaran pada Bab 1, pembelajar dih...

how to find Research Problem ???

 

Masalah dalam penelitian 

yuyud wahyudi 

* link video ada dibawah

  1. Pengertian umum masalah dalam penelitian

Dalam proses penelitian akan selalu dimulai dengan masalah penelitian yang ingin dijawab oleh peneliti (Polit & beck, 2003). Secara umum proses awal penentuan masalah penelitian akan dimulai dengan peneliti menentukan atau memilih topic atau fenomena yang menjadi focus atau pusat perhatian dari peneliti itu sendiri.Contoh pernyataan yang lazim dari topic penelitan adalah seperti perokok remaja, kepatuhan pasien, manajemen nyeri, keamanan pasiean dan lain sebagainya.Didalam contoh topic yang disebutkan diatas tentu sifatnya masih sangat luas dan didalamnya pasti terdpat masalah penelitian yang potensial utnuk diangkat.

Pertanyaan dalam penelitian adalah pertanyaan spesifik yang ingin dijawab dan disikapi oleh peneliti terkait dengan masalah penelitian. Pertanyaan penelitian akan memandu jenis data yang akan dikumpulkan dalam suatu penelitian. Setelah peneliti memiliki pertanyaan penelitian, maka peneliti dapat membuat prediksi jawaban yang kemudian disebut dengan hipotesis penelitian yang kemudian diujikan secara empiris.

  • Sumber – sumber masalah penelitian

Sebagian besar peneliti pemula atau mahasiswa akan mengalami kebingungan tentang bagaimana memulai dan atau menemukan asal – usul masalah penelitian. Pertanyaan yang muncul diantaranya seperti darimana datangnya ide – ide  masalah penelitian?, bagaimana memilih topic dang mengembangkannya?. Namun perlu diingat, untuk memilih masalah penelitian bagi peneliti pemula dapat dengan mudah didapatkan dari minat.

Secara eksplisit Polit & Beck (2003) menyebutkan masalah – masalah yang layak diteliti dapat berasal dari berasal dari keingintahuanpeneliti termasuk pengalaman peneliti itu sendiri, literatur keperawatan, masalah – masalah sosial, teori, maupun ide dan masukan dari peneliti lain sebelumnya.

  • Pengembangan masalah dalam penelitian

Pengembangan masalah penelitian memerlukan kreatifitas dari peneliti.Pada tahap awal setelah ide/topic penelitian berhasil ditemukan maka peneliti harus segera melakukan kritisi terhadap topic tersebut.Penting bagi peneliti untuk segera menuliskan mencatat ide/topic yangtelah diketemukan tadi karena seperti dikemukakan sebelumnya bahwa ide/ topic yang ada adalah masih bersifat abstrak dan sangat luas.Contoh beberapa topik luas tersebut diantaranya komunikasipasien, nyeri pada pasien dengan kanker, dan kehilangan orientasi pasca operasi dst.

Setelah menemukan topic penelitian yang dirasa sesuai dengan keinginan peneliti maka peneliti harus mempersempit / memfokuskan topic penelitian tersebut. Beberapa pertanyaan berikut adalah contoh – contoh pertanyaan yang biasanya digunakan untuk membantu dalam memfokuskan topic penelitian

  1. Apa yang terjadi dengan ...?
  2. Bagaimana proses yang ...?
  3. Apa arti dari ...?
  4. Kenapa ...?
  5. Kapan ...?
  6. Bagaimana ...?
  7. Apa yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan ...?
  8. Seberapa jauh ...?
  9. Seberapa intens ...?
  10. Apa yang mempengaruhi ...?
  11. Apa yang menyebabkan ...?
  12. Karakteristik apa yang dikaitkan dengan ...?
  13. Apa perbedaan antara ...?
  14. Apa konsekuensi dari ...?
  15. Apa hubungan antara ...?
  16. Faktor apa yang berkontribusi pada ...?
  17. Kondisi apa yang berlaku sebelum ...?
  18. Seberapa efektif ...?
  19. Dst. 

Dengan bantuan pertanyaan – pertanyaan tersebut, topic yang kelihatan sepele sekalipun akan menjadi suatu topic yang menarik untuk diteliti. Saat peneliti berpindah dari topik umum kemasalah yang khusus yang lebih dapat diteliti / lebih spesifik, kemungkanan bias didapatkan lebih dari satuarea masalah potensial dapat muncul. 

  • Penentuan masalah penelitian

Hal terpenting dalam suatu proses penelitian adalah pengambilan keputusan untuk menentukan maslaah penelitian. Menurut Polit & Beck (2003) terdapat 4 (empat) penting yang harus diperhatikan ketika sorang peneliti mengambnil keputusan.Keempat hal tersebut adalah; 1) signifikansi, 2) kemampuan untuk diteliti, 3) kelayakan masalah, dan 4) kepentingan atau keuntungan bagi peneliti itu sendiri.

Signifikansi masalah merupakan factor penting dalam memilih masalah penelitian. Poin penting dalam signifikansi masalah pada sebuah penelitian adaah seberapa besar hasil penelitian akan berkontribusi terhadap suatu bidang pengetahuan tertentu khususnya keperawatan. Beberapa pertanyaan yang dapat diajukan untuk mengetahui signifikansi masalah penelitian adalah sebagai berikut :

  1. Apakah masalahnya penting? 
  2. Apakah pasien, perawat, atau yang lebih luas komunitas perawatan kesehatan atau masyarakat mendapat manfaat dari bukti yang akan dihasilkan? 
  3. Akankah hasilnya mengarah ke aplikasi praktis?
  4.  Akankah hasilnya ada relevansi teoretis? 
  5. Akankah temuan dapat memberikan dukungan untuk asumsi yang belum teruji? 
  6. Akankah temuan dapat membantu mengubah praktik keperawatan? 

Jika jawaban untuk semua pertanyaan diatas adalah “Tidak,” maka masalahnya harus ditinggalkan.

Tidak semua masalah dapat diterima untuk investigasi secara ilmiah.Masalah atau pertanyaan terkait moral atau etika, meskipun sepertinya layak diteliti dapat berlaku sebaliknya yakni tidak mampu untuk diteliti.Sebagai contoh Haruskah euthanasia disahkan?Jawaban atas pertanyaan semacam itu didasarkan pada nilai-nilai seseorang.Tidak ada jawaban benar atau salah, hanya berdasarkan sudut pandang individu.

Waktu dalam penyelesaian studi juga penting untuk dipertimbangkan, artinyamasalah harus menjadi salah satu yang dapat dipelajari secara memadai dalam waktu yang ditentukan.Ketika peneliti gagal dalam memperkirakan waktu penyelesaian dalam sebuah penelitian maka penelitian tersebut dapat mengalami kegagalan.

Selanjutnya ketersediaan biaya, dan sarana prasarana penunjang juga penting untuk dipertimbangkan. Penelitian yang berhasil diantaranya adalah penelitian yang dalam perencanaannya tersusun secara matang dan segala sesuatu terkait pembiayaan dan sarana prasarana penunjang khususnya dalam proses pengambilan dan analisa data yang dirasa banyak memakan waktu, tenaga dan biaya. Jika suatu masalah penelitian yang akan ditentukan dapat dipastikan menjawab kecukupan kebutuhan variable – variable diatas maka masalah penelitian yang ada dapat dilanjutkan ketahap lebih lanjut.

  • Hipotesa dalam penelitian

Trelease dalam Nazir (2005) memberikan definisi hipotesis sebagai “suatu keterangan sementara sebagai suatu fakta yang dapat diamati”.Sedangkan Good dan Scates dalam Nazir (2005) menyatakan bahwa hipotesis adalah sebuah taksiran atau referensi yang dirumuskan serta diterima untuk sementara yang dapat menerangkan fakta-fakta yang diamati ataupun kondisi-kondisi yang diamati, dan digunakan sebagai petunjuk untuk langkah-langkah penelitian selanjutnya.

Kriteria atau ciri hipotesis yang baik menurut Furchan (2004) yaitu: 

  1. hipotesis harus mempunyai daya penjelas;
  2. hipotesis harus menyatakan hubungan yang diharapkan ada di antara variabel-variabel; 
  3. hipotesis harus dapat diuji; 
  4. hipotesis hendaknya konsisten dengan pengetahuan yang sudah ada; dan 
  5. hipotesis hendaknya dinyatakan sederhana dan seringkas mungkin. 

Dalam suatu penelitian kuantitatif tertentu, hipotesis merupakan sesuatu yang harus dilakukan.Pentingya hipotesis dinyatakan oleh Furchan (2004) yang mengungkapkan setidaknya ada dua alasan yang mengharuskan penyusunan hipotesis. Kedua alasan tersebut ialah: 1. Hipotesis yang mempunyai dasar kuat menunjukkan bahwa peneliti telah mempunyai cukup pengetahuan untuk melakukan peneliatian di bidang itu. 2. Hipotesis memberikan arah pada pengumpulan dan penafsiran data; hipotesis dapat menunjukkan kepada peneliti prosedur apa yang harus diikuti dan jenis data apa yang harus dikumpulkan. Dengan demikian dapat dicegah terbuang sia-sianya waktu dan jerih payah peneliti.Perlu ditekankan bahwa hal ini berlaku bagi semua jenis studi penelitian, tidak hanya yang bersifat eksperimen saja.

Dalam penelitian, hipotesis merupakan hal yang sangat berguna. Terkait dengan hal itu, Furchan (2004) mengungkapkan kegunaan hipotesis penelitian, yaitu: 

  1. Hipotesis memberikan penjelasan sementara tentang gejala-gejala serta memudahkan perluasan pengetahuan dalam suatu bidang. 
  2. Hipotesis memberikan suatu pernyataan hubungan yang berlangsung dapat diuji dalam penelitian. 
  3. Hipotesis memberikan arah kepada penelitian. Hipotesis merupakan tujuan khusus. Secara sangat sederhana, hipotesis menunjukkan kepada peneliti apa yang harus dilakukan. 
  4. Hipotesis memberikan kerangka untuk melaporkan kesimpulan penyelidikan Hipotesis akan sangat memudahkan peneliti kalau ia mengambil setiap hipotesis secara terpisah dan menyatakan kesimpulan yang relevan dengan hipotesis itu. 

Hipotesis dalam penelitian mempunyai jenis yang beragam.Sugiyono (2001) menyatakan bahwa menurut tingkat eksplanasi yang akan duji, maka rumusan hipotesis dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu hipotesis deskriptif (pada suatu sampel atau variabel mandiri/tidak dibandingkan dan dihubungkan), komparatif dan hubungan. 

  1. Hipotesis Deskriptif 

Hipotesis deskriptif adalah dugaan tentang nilai suatu variabel mandiri, tidak membuat perbandingan atau hubungan.Sebagai contoh, bila rumusan masalah penelitian sebagai berikut ini, maka hipotesis (jawaban sementara) yang dirumuskan adalah hipotesis deskriptif.

  1. Seberapa tinggi daya tahan lampu merk X? 
  2. Seberapa tinggi produktivitas padi di kabupaten Klaten?
  3. Berapa lama daya tahan lampu merk A dan B? 
  4. Seberapa baik gaya kepemimpinan di lembaga X? 

Dari tiga pernyataan tersebut antara lain dapat dirumuskan hipotesis seperti berikut: 

  1. Daya tahan lampu merk X = 800 jam 
  2. Produktivitas padi di Kabupaten Klaten 8 ton/ha.
  3. Daya tahan lampu merk A=450 jam dan merk B=600 jam.
  4. Gaya kepemimpinan di lembaga X telah mencapai 70% dari yang diharapkan. 

Dalam perumusan hipotesis statistik, antara hipotesis nol dengan hipotesis alternatif selalu berpasangan, bila salah satu ditolak, maka yang lain pasti diterima sehingga dapat dibuat keputusan yang tegas, yaitu kalau Ho ditolak pasti alternatifnya diterima. Hipotesis statistik dinyatakan melalui simbol-simbol.Hipotesis statistik dirumuskan dengan simbol-simbol statistik, dan antara hipotesis nol (Ho) dan alternatif selalu dipasangkan.Dengan dipasangkan itumaka dapat dibuat keputusan yang tegas, mana yang diterima dan mana yang ditolak.

Berikut ini diberikan contoh berbagai pernyataan yang dapat dirumuskan hipotesis deskriptif statistiknya: 

  1. Suatu perusahaan minuman harus mengikuti ketentuan, bahwa salah satu unsur kimia hanya boleh dicampurkan paling banyak 1%. (paling banyak berarti lebih kecil atau sama dengan: ≤). Dengan demikian rumusan hipotesisnya adalah: Ho = μ≤ 0,01 (lebih kecil atau sama dengan) Ha = μ > 0,01 (lebih besar) Dapat dibaca: hipotesis nol untuk parameter populasi berbentuk proporrsi (1% : proporsi) lebih kecil atau sama dengan 1%, dan hipotesis alternatifnya, untuk populasi yang berbentuk proporsi lebih besar dari 1%. 
  2. Suatu bimbingan tes menyatakan bahwa murid yang dibimbing di lembaga itu, paling sedikit 90% dapat diterima di perguruan tinggi negeri. Rumusan hipotesis statistik adalah: Ho : μ≥ 0,90 Ha : μ< 0,90.
  3. Seorang peneliti menyatakan bahwa daya tahan lampu merk A = 450 jam dan B = 600 jam. Hipotesis statistiknya adalah:Lampu A: Lampu B: Ho : μ = 450 jam Ho : μ = 600 jam Ha : μ≠ 450 jam Ha : μ≠ 600 jam Harga dapat diganti dengan nilai rata-rata sampel, simpangan baku dan varians. Hipotesis pertama dan kedua diuji dengan uji satu satu pihak (one tail) dan ketiga dengan dua pihak (two tail). 
  4. Hipotesis komparatif adalah pernyataan yang menunjukkan dugaan nilai dalam satu variabel atau lebih pada sampel yang berbeda. Contoh rumusan masalah komparatif dan hipotesisnya: 
  5. Adakah perbedaan daya tahan lampu merk A dan B? 
  6. Adakah perbedaan produktivitas kerja antara pegawai golongan I, II dan III? 

Adapun rumusan hipotesis adalah: 

  1. Tidak terdapat perbedaan daya tahan lampu antara lampu merk A dan B - Daya tahan lampu merk B paling kecil sana dengan lampu merk A - Daya tahan lampu merk B paling tinggi sama dengan lampu merk A Hipotesis statistiknya adalah: - Ho : μ1 = μ2 Ha : μ1≠μ2- Ho : μ1≥μ2 Ha : μ1<μ2- Ho : μ1≤μ2 Ha : μ1>μ2
  2. Tidak terdapat perbedaan (persamaan) produktivitas kerja antara golongan I, II, III. - Ho : μ1 = μ2 = μ3Ha : μ1≠μ2= μ3(salah satu berbeda sudah merupakan Ha) Dalam hal ini harga μ (mu) dapat merupakan rata-rata sampel, simpangan baku, varians dan proporsi. Rumusan uji hipotesis dua pihakRumusan uji hipotesis pihak kiri dan rumusan uji hipotesis pihak kanan
  3. Hipotesis asosiatif adalah suatu pernyataan yang menunjukkan dugaan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih. Contoh rumusan masalahnya adalah “Adakah hubungan antara gaya kepemimpinan dengan efektivitas kerja?”. Rumus dan hipotesis nolnya adalah: Tidak ada hubungan antara gaya kepemimpinan dengan efktivitas kerja. Hipotesis statistiknya adalah: Ho : ρ = 0 Ha : ρ≠ 0 Dapat dibaca: hipotesis nol, yang menunjukkan tidak adanya hubungan (nol = tidak ada hubungan) antara gaya kepempinan dengan efektivitas kerja dalam populasi. Hipotesis alternatifnya menunjukkan ada hubungan (tidak sama dengan nol, mungkin lebih besar dari nol atau lebih kecil dari nol). 

Menggali dan merumuskan hipotesis mempunyai seni tersendiri dalam hal ini peneliti harus sanggup memfokuskan permasalahan sehingga hubungan-hubungan yang terjadi dapat diterka.Nazir (2005) menyatakan bahwa dalam menggali hipotesis, si peneliti harus: 

  1. Mempunyai banyak informasi tentang masalah yang ingin dipecahkan dengan jalan banyak membaca literatur-literatur yang ada hubungannya dengan penelitian yang sedang dilaksanakan; 
  2. Mempunyai kemampuan untuk memeriksa keterangan tentang tempat-tempat, objek-objek serta hal-hal yang berhubungan satu sama lain dalam fenomena yang sedang diselidiki; 
  3. Mempunyai kemampuan untuk menghubungkan suatu keadaan dengan keadaan lainnya yang sesuai dengan kerangka teori ilmu dan bidang yang bersangkutan. Dalam penelitian ilmu-ilmu sosial yang telah cukup berkembang seperti ilmu ekonomi misalnya, perumusan hipotesis dimulai dengan pembentukan kerangka analisis. Kerangka analisis ini biasanya dinyatakan dalam model matematika. Hipotesis- hipotesis dikaitkan dengan model matematika tersebut, yang kemudian diuji dengan menggunakan data empiris. 

Daftar Pustaka

  1. Nazir, 2005, Metode Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia. 
  2. Sugiyono, 2005, Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta.
  3. Polit & Beck, 2003. Nursing Research Principle and Methods Seventh Edition. Lippincot William & Wilkins



video ---> https://www.youtube.com/watch?v=ScNls9PSd9g 

          ----> https://www.youtube.com/watch?v=qXo6_1HiLDU
           ---->https://www.youtube.com/watch?v=h6SklWhrHII
          -------> https://www.youtube.com/watch?v=nPF_tje1l1g

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ETIKA PENELITIAN

STRATEGI DALAM EVIDENCE BASED PRACTICE

PROGRAM PEMBERDAYAAN KADER DALAM PENCEGAHAN DBD DI DUSUN JUBEL DESA BANTUR KECAMATAN BANTUR (abstrak) prepubliskasi