Keperawatan kesehatan di sekolah
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Keperawatan kesehatan di sekolah
Yuyud W, MNS
A. Konsep asuhan keperawatan kesehatan di sekolah
1. Definisi keperawatan kesehatan di sekolah
Perawat kesehatan sekolah (School health nurses/SHN) bertugas untuk menolong dan membantu siswa sekolah agar mereka dapat menggali menemukan potensi terbaik yang dimiliki (Allender et al., 2014). menurut National Association of School Nurses [NASN] (2007) Keperawatan kesehatan sekolah adalah merupakan spesialisasi praktek keperawatan yang mengedepankan kepentingan siswa dalam hal upaya untuk mencapai keberhasilan akademik, kesejahteraan, dan pencapaian untuk jangka panjang bagi siswa.
Untuk tujuan tersebut diatas maka SHN harus mampu memfasilitasi siswa dalam bentuk :
a. Pemantauan tumbuh dan berkembang sesuai dengan usia dan tahapan tumbuh kembangnya;
b. Mempromosikan kesehatan dan keamanan;
c. Mencegah munculnya masalah kesehatan aktual dan potensial pada siswa;
d. Menyediakan layanan kesehatan langsung;
e. Secara aktif berkolaborasi dengan sector lain (sekolah, petugas kesehatan lain, komunitas) untuk membangun koping adaptasi serta kemandirian siswa dan keluarga dalam melakukan pola hidup sehat.
# refleksi :
· coba anda ingat – ingat ketika anda menempuh pendidikan dasar apakah tersedia layanan keperawatan kesehatan sekolah sesuai dengan definisi diatas? Bagaimanakah opini anda terhadap kondisi keperawatan sekolah pada saat itu
· apakah saat ini menurut anda sudah tersedia layanan keperawatan kesehatan sekolah disekolah anda dulu?
2. Peran utama perawat kesehatan sekolah
Untuk dapat memahami peran perawat kesehatan sekolah, penting untuk dipahami terlebih dahulu bahwa konsep kesehatan sekolah adalah seperti konsep keperawatan di komunitas, yakni membutuhkan kolaborasi yang menyeluruh dari berbagai pihak (Brener et al., 2007 dalam Allender et al., 2014). Berikut adalah penjabarannya:
a. Koneksi lintas sector/disiplin dalam tim kesehatan di sekolah
Sebagai tim dalam kesehatan sekolah, perawat harus memainkan peran kolaboratif dengan psikolog se kolah (guru bimbingan dan konseling), guru olahraga, ahli gizi sekolah, serta menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dengan melibatkan disiplin lain dikomunitas dan juga melibatkan keluarga.
b. Menciptakan hubungan kerja yang positif dengan guru dan staf administrasi di sekolah
Pimpinan sekolah mempunyai peran vital dalam terselenggaranya program kesehatan disekolah tersebut melalui dukungan secara aktif seperti penyediaan layanan kesehatan di sekolah, maupun menciptakan kebijakan khusus demi terselenggaranya sekolah yang sehat. Karena pimpinan sekolah mempunyai kekuatan pengaruh yang cukup besar dalam penentuan kebijakan maupun terselenggaranya program kesehatan sekolah, maka sangat penting bagi perawat kesehatan sekolah untuk selalau menjaga baik hubungan dengan pimpinan serta staff yang lain.
3. Tanggung Jawab Perawat Kesehatan Sekolah
Menurut Allender et al. (2014), tanggung jawab utama perawat kesehatan sekolah adalah untuk mencegah terjadinya kesakitan dan mempromosikan serta mempertahankan derajat kesehatan yang optimal di sekolah sebagai suatu komunitas. Idealnya perawat kesehatan sekolah tidak hanya memusatkan perhatian pelayanan keperawatan kepada individu, keluarga dalam konteks kesehatan disekolah, namun juga memandang sekolah sebagai suatu organisasi utuh dan segala sesuatu yang ada didalamnya.
4. Fungsi praktek keperawatan kesehatan di sekolah
Perlu diketahui bahwa fungsi utama praktek keperawatam kesehatan disekolah ada 3 (tiga), yakni :
a. Pelayanan kesehatan
Pelayanan kesehatan disekolah diperuntukan bagi seluruh warga sekolah yang memerlukan perawatan kesehatan pada kondisi khusus. Contohnya, jika pada saat kegiatan sekolah berlangsung terdapat siswa mempunya riwayat asma sedang mengalami serangan akut asma, maka perawat kesehatan sekolah memberikan pertolongan pertama sampai pada rujukan kesarana pelayanan lanjut jika diperlukan. Contoh lain adalah kejadian cidera akibat olahraga pada siswa yang membutuhkan perawatan khusus, dan lain sebagainya.
b. Pendidikan kesehatan
Pendidikan kesehatan oleh perawat kesehatan sekolah dilakukan baik secara individu mapun kepada seluruh warga sekolah sebagai kesatuan komunitas. Secara individu bisa dilakukan kepada para siswa yang memerlukan kebutuhan atau perlakuan kesehatan secara khusus, seperti siswa yang mempunyai riwayat asma, keterbatasan khusus lain. Maka yang dapat dilakukan oleh perawat adalah memberikan pendidikan kesehatan secara intensif mengenai bagaimana cara menghindari alergen asma, cara melakukan pertolongan atas serangan asma secara mandiri dan lain sebagainya. Secara agregat maupun komunitas contohnya adalah memberikan pendidikan kesehatan siswa tentang pentingnya sikat gigi untuk mencegah karies, pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat serta menjaga kesehatan lingkungan sekolah agar tetap bersih.
c. Promosi kesehatan lingkungan sekolah
Fungsi ketiga keperawatan kesehatan disekolah adalah menjaga dan mempromosikan lingkungan sekolah yang sehat. Kegiatan promosi sekolah sehat meliputi kegiatan monitoring kegiatan terhadap aktifitas proses belajar mengajar dikelas, aktifitas ekstrakurikuler, penyediaan makanan disekolah, termasuk didalamnya adalah mencegah terjadinya kekerasan dan bullying bahkan pencegahan peredaran obat – obatan terlarang disekolah sehingga seluruh warga sekolah akan tetap merasa aman, nyaman dan sehat selama melakukan berbagai aktifitas di sekolah.
5. School-Based Health Clinics
Karena pada periode anak – anak dan remaja memiliki kompleksitas perkembangan kondisi emosi, fisik, dan kebutuhan belajar secara menyeluruh, maka pelayanan kesehatan yang terintegrasi sangat penting keberadaannya dari hanya sekedar penyediaan klinik kesehatan fisik saja. Hal itu juga dikarenakan keterbatasan orang tua untuk selalu dapat mengawasi dan mendampingi kegatan anak selama disekolah. Disini peran keberadaan klinik kesehatan disekolah sebagai pusat layanan kesehatan untuk menjembatani absenteisme pendampingan dan pengawasan tumbuh kembang dan kondisi kesehatan anak oleh orang tua selama disekolah. Jika demikian, idealnya suatu klinik kesehatan disekolah seharusnya tidak hanya di isi oleh tim medis, akan tetapi tim tersbut terdiri dari perawat, dokter, psikolog, nutrisionis, tim olah raga dan lain sebagainya.
B. Prinsip keperawatan kesehatan di sekolah di Indonesia (program UKS)
1. Definisi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
menurut Departemen Kesehatan (1982), sekolah merupakan masyarakat usia muda yang perlu diperhatikan kesehatannya agar dapat optimal pertumbuhannya, Usaha Kesehatan Sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan sehat sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis serta optimal, menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.
2. Tujuan Usaha Kesehatan Sekolah
Tujuan Usaha Kesehatan Sekolah adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, derajat kesehatan peserta didik maupun warga belajar serta menciptakan lingkungan sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Adapun tujuan Usaha Kesehatan Sekolah dibedakan menjadi :
a. Tujuan Umum UKS
Untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik serta menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya.
b. Tujuan Khusus UKS
Untuk memupuk kebiasaan hidup sehat dan mempertinggi derajat kesehatan peserta didik, yang didalamnya mencakup :
1) Memiliki pengetahuan, sikap dan ketrampilan untuk melaksanakan prinsip - prinsip hidup sehat, serta partisipasi aktif dalam usaha peningkatan usaha kesehatan di sekolah dan perguruan agama, di rumah tangga, maupun lingkungan masyarakat.
2) Kondisi sehat, baik dalam arti fisik, mental, maupun sosial.
3) Memiliki daya hayat dan daya tangkal terhadap pengaruh buruk, penyalahgunaan narkoba dan sebagainya.
3. Program Usaha Kesehatan Sekolah
Menurut Tim Pembina UKS (2008), terdapat beberapa jenis kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah dan jenis kegiatan UKS disini dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan lingkungan sekolah yang sehat. Bagian-bagian jenis kegiatan tersebut termasuk dalam program kegiatan UKS sebagai berikut:
a. Pendidikan kesehatan
1) Pelaksanaan pemeriksaan berkala
2) Pelaksanaan pemeriksaan rutin
3) Pelaksanaan lomba pengetahuan kesehatan sekolah
4) Pelaksanaan pemeriksaan tinggi badan
5) Pengadaan alat peraga
6) Pelaksanaan dokter kecil
b. Pelayanan kesehatan
1) Kegiatan penjaringan anak sekolah (screening)
2) Pelaksanaan imunisasi
3) Pelaksanaan pemberantasan sarang penyakit
4) Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan atau deteksi dini penyakit
5) Pengadaan upaya alih tekhnologi kesehatan
6) Pengadaan rujukan ke puskesmas
c. Lingkungan sekolah sehat
1) Pengadaan ruang UKS
2) Pembinaan kantin sekolah
3) Pengadaan sarana air bersih yang memenuhi syarat
4) Pengadaan tempat pembuangan air limbah yang memenuhi syarat
5) Pengadaan kamar mandi/WC khusus siswa
a. Ruang Lingkup Usaha Kesehatan Sekolah
1) Ruang lingkup Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tercermin dalam tri program atau yang disebut dengan TRIAS UKS yang meliputi, lebih lanjut ruang lingkup UKS menurut Tim Pembina UKS (2008) adalah sebagai berikut :
a) Pendidikan Kesehatan
Pendidikan kesehatan merupakan upaya memberikan bimbingan kepada peserta didik untuk meningkatkan pengetahuan kemampuan dan ketrampilan peserta didik dalam melaksanakan perilaku hidup dan sehat agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, selain di bidang kesehatan peserta didik juga dibina dalam bidang kesehatan lingkungan yang merupakan bagian yang sangat mempengaruhi pembentukan pribadi peserta didik, adanya proses kenaikan bagi peserta didik maka harus menyelenggarakan kegiatan sosialisasi setiap tahun sehingga seluruh peserta didik terpapar materi kesehatan dan kesehatan lingkungan. Pembinaan kesehatan dilakukan secara intra kurikuler dan ekstra kurikulum.
Kegiatan intra kurikuler adalah melaksanakan pendidikan pada saat jam pelajaran berlangsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pendidikan ini tidak hanya diberikan pada saat mata pelajaran Pendidikan Jasmani saja, namunbisa juga secara integratif pada saat mata pelajaran lainnya disampaikan kepada peserta didik. Kegiatan ekstrakurikuler adalah melaksanakan pendidikan di luar jam pelajaran yang dilakukan disekolah atau di luar sekolah. Misalnya, melaksanakan penyuluhan tentang, gizi, narkoba, dan sebagainya terhadap peserta didik, guru dan orang tua. Melaksanakan pelatihan UKS bagi peserta didik, guru pembina UKS dan kader kesehatan. Melaksanakan pendidikan dan kebiasaan hidup bersih melalui program sekolah sehat.
b) Pelayanan Kesehatan
Pelaksanaan pelayanan kesehatannya meliputi kegiatan – kegiatan antara lain:
· Kegiatan Peningkatan (Promotif), Latihan Ketrampilan teknis pemeliharan kesehatan dan pembentukan peran serta aktif peserta didik dalam pelajaran kesehatan, antara lain :
o Kader Kesehatan Sekolah
o Olahraga
o Kesehatan
o Berkebun
o Kegiatan berbentuk lomba.
· Pembinaan Sarana Lingkungan Sekolah, antara lain :
o Pembianaan warung sekolah (Kantin)
o Lingkungan Sekolah yang terpelihara
o Pembinaan Keteladanan berperilaku hidup sehat
· Kegiatan Pencegahan (Preventif)
· Memelihara Kesehatan yang bersifat umum dan khusus
· Penjaringan kesehatan bagi anak
· Memonitoring / memantau peserta didik
· Usaha Pencegahan Penyakit Menular
· Kegiatan Penyembuhan dan Pemulihan (Kuratif dan Rehabilitasi)
· Diagnosa Dini
· Pengobatan pada penyakit
· P 3 K (pertolongan pertama pada kecelakaan) dan P 3 P (pertolongan pertama pada penyakit)
· Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat
Pembinaan lingkungan sekolah sehat yang merupakan salah satu unsur penting dalam membina ketahanan sekolah harus dilakukan, karena lingkungan kehidupan yang sehat sangat diperlukan untuk meningkatkan kesehatan seluruh komunitas sekolah serta peningkatan daya serap siswa dalam proses belajar mengajar maka pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat dilaksanakan melalui 6 K yaitu:
o Keamanan
o Keindahan
o Kebersihan
o Kekeluargaan
o Ketertiban
o Kerindangan
Menurut WHO dalam Depkes, 2008 menyebutkan bahwan pembinaan kepada peserta didik agar dapat menerapkan pentingnya Usaha Kesehatan Sekolah diantaranya dengan melaksanakan kegiatan sebgai berikut:
o Melaksanakan kerja bakti kebersihan sekolah secara rutin dan terencana (Jumat bersih, piket kapling, piket kelas)
o Melaksanakan kerja bakti dengan lingkungan masyarakat sekitar sekolah
o Membuang sampah pada tempatnya dan pengadaan tempat sampah di depan kelas, dipilih antara sampah organic dan anorganik
o Mengolah sampah organik menjadi kompos
o Tidak mencorat-coret dinding dan bangku
o Menyiram jamban sampai bersih sesudah dipakai
o Membuat dan memelihara kapling, kebun sekolah, TOGA, taman sekolah.
o Mengikuti kegiatan Dinamika Kelompok (wisata, olah raga dan kesenian).
b. Sasaran Usaha Kesehatan Sekolah
Sasaran Pembinaan dan Pengembangan UKS meliputi peserta didik sebagai sasaran primer, guru pamong belajar / tutor orang tua, pengelola pendidikan dan pengelola kesehatan serta TP UKS di setiap jejang sebagai sasaran sekunder. Sedangkan sasaran tertier adalah lembaga pendidikan mulai dari tingkat pra sekolah / TK sampai SLTA, termasuk satuan pendidikan luar sekolah dan perguruan tinggi agama serta pondok pesantren beserta lingkungannya. Sasaran lainnya adalah sarana dan prasarana pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan, sasaran tertier lainnya adalah lingkungan yang meliputi lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat sekitar sekolah (Martianto, 2005).
Sekolah sebagai lembaga (Institusi) pendidikan merupakan media penting untuk menyalurkan segala bentuk pembaharuan tata cara dan kebiasaan hidup sehat, agar lebih mudah tertanam pada anak-anak. Dengan demikian, akan dapat meberikan pengaruh terhadap kehidupan keluarga, masyarakat sekitarnya, bahkan masyarakat yang lebih luas lagi. Anak didik dikemudian hari diharapkan akan memiliki sikap dan kebiasaan hidup dengan norma-nrma kesehatan Pendidikan kesehatan di sekolah dasar melalui program UKS mempunyai peran yang sangat efektif sebab Sekolah Dasar, sebagai lembaga pendidikan yang tersebar luas di seluruh pelosok tanah air, dari pedesaan hingga kota-kota besar.
Di pandang dari segi pembiayaan pemerintah dan harapan untuk masa depan, pelaksanaan UKS di Sekolah Dasar adalah ekonomis. Apalagi untuk kepentingan ini masyarakat (orang tua murid) selalu dilibatkan dalam berbagai bentuk, melalui POMG (Persatuan Orang tua Murid dan Guru). Menurut Departemen Kesehatan (1982 ) bahwa peserta didik dari tingkat sekolah dasar sampai tingkat menengah termasuk perguruan tinggi beserta lingkungannya merupakan sasaran utama dari pembinaan UKS.
Didalam pembangunan nasional, perhatian terhadap dunia anak – anak tidak dapat diabaikan. Anak – anak merupakan investment dalam bidang tenaga kerja, sehingga pembinaan terhadap golongan ini perlu dimulai sedini mungkin. Sehubungan dengan ini bidang pendidikan dan kesehatan mempunyai peranan yang besar karena secara organisasi sekolah berada dibawah Departemen Pendidikan Nasional, secara fungsional Departemen Kesehatan bertanggung jawab atas kesehatan anak didik. Mengingat hal tersebut, Usaha Kesehatan Sekolah dijalankan atas dasar titik tolak pemikiran bahwa :
1) Sekolah merupakan lembaga yang sengaja dihidupkan untuk mempertinggi derajat bangsa dalam segala aspek.
2) Usaha kesehatan melalui masyarakat sekolah mempunyai kemungkinan yang lebih efektif diantara beberapa usaha yang ada, untuk mencapai kebiasaan hidup sehat dari masyarakat sekolah :
a) Mempunyai prosentase yang tinggi.
b) Merupakan masyarakat yang telah terorganisir, sehingga mudah dicapai dalam rangka pelaksanaan usaha-usaha kesehatan masyarakat.
c) Peka terhadap pendidikan pada umumnya, dapat menyebarkan modernisasi (sebagai agent of change), karena dalam taraf perkembangan dan pertumbuhan, mudah dibimbing dan di bina. Pada masa ini adalah masa yang tepat untuk menanamkan kebiasaan – kebiasaan hidup sehat dengan harapan agar mereka dapat meneruskan serta memperbaharui lingkungannya sekarang dan dimasa yang akan datang. Masyarakat sehat yang akan dating merupakan salah satu hasil dari sikap dan kebiasaan hidup sehat yang dimiliki anak – anak pada waktu sekarang.
c. Sarana dan Prasarana UKS
Mengenai Sarana dan Prasarana Usaha Kesehatan Sekolah menurut Soetamto (1982) meliputi :
1) Ruang UKS atau klinik sekolah
2) Alat-alat pemeriksaan yang diperlukan
3) Alat-alat P3K
4) Obat-obatan sehari-hari yang diperlukan.
Selanjutnya, berdasarkan kelengkapannya, sarana dan prasarana UKS dapat dibagi menjadi :
· Sarana dan Prasarana Sederhana meliputi :
a) Tempat tidur
b) Timbangan berat badan, alat ukur tinggi badan, Snellen Chart.
c) Kotak P3K dan obat-obatan (betadin, Oralit, Parasetamol).
d) Minimal melaksanakan TRIAS UKS yang Pendidikan Kesehatan.
e) Memiliki kadar Tiwisada/KKR sebanyak 5% dari jumlah siswa.
· Sarana dan Prasarana Lengkap meliputi :
a) Tempat tidur
b) Timbangan berat badan, alat ukur tinggi badan, Snellen Chart.
c) Kotak P3K dan obat-obatan (betadin, Oralit, Parasetamol).
d) Lemari obat, buku rujukan KMS, poster-poster, struktur organisasi, jadwal piket, tempat cuci tangan, data kesakitan murid.
e) Melaksanakan TRIAS UKS yang Pendidikan Kesehatan dan pelayanan kesehatan.
f) Memiliki kader Tiwisada / KKR sebanyak 6-9 % dari jumlah siswa.
· Sarana dan Prasarana ideal meliputi :
a) Tempat tidur
b) Timbangan berat badan, alat ukur tinggi badan, Snellen Chart.Kotak P3K dan obat-obatan (Betadin, Oralit, Parasetamol)
c) Lemari obat, buku rujukan KMS, poster-poster, struktur organisasi, jadwal piket, tempat cuci tangan, data kesakitan murid.
d) Peralatan gigi dan unit gigi.
e) Contoh-contoh model organ tubuh. Melaksanakan TRIAS UKS yang Pendidikan Kesehatan dan pelayanan kesehatan dan pembinaan hidup lingkungan kehidupan sekolah.
f) Memiliki kader Tiwisada / KKR sebanyak 10% dari jumlah siswa.
d. Struktur Organisasi Usaha Kesehatan Sekolah
Struktur organisasi UKS mengikuti struktur organisasi Departemen Kesehatan RI yaitu :
1) Tingkat Pusat
Sub direktorat kesehatan sekolah dan olahraga, direktorat pelayanan kesehatan masyarakat, Direktorat Jendral pembina kesehatan masyarakat, departemen kesehatan RI yang terdiri dari beberapa seksi sebagai berikut : kesehatan anak sekolah dan mahasiswa, kesehatan anak-anak luar biasa, olahraga kesehatan, pengembangan metode.
2) Tingkat Provinsi
Fungsi dan tanggung jawab koordinator propinsi adalah membuat perencanaan pelaksanaan sesuai dengan program kerja yang telah digariskan oleh puast, memberi bimbingan teknis, melakukan koordinasi pelaksanaan serta melakukan pengawasan pelaksanaan UKS diwilayahnya, menerima laporan kehiatan UKS dari kabupaten dan kota madya di wilayahnya, mengelola dan membuat evaluasi dan melaporkan kegiatan UKS diwilayahnya tingkat pusat termasuk perencanaan pelaksanaan program kerja berikutnnya.
3) Tingkat Kabupaten/Kota Madya
Fungsi dan tanggung jawabnya adalah membuat rencana kerja /pelaksanaan harian bersama dengan pihak P dan K setempat, melakukan koordinasi kegiatan-kegiatan kesehatan yang ditunjukan kepada masyarakat sekolah atau anak didik dan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan UKS di sekolah-sekolah, mengumpulkan hasil-hasil pencatatan kegiatan UKS di sekolah, menyimpulkan dan membuat laporan kepada tingkat provinsi, menyelenggarakan kursus-kursus kesehatan umumnya dan UKS khususnya bagi guru, orang tua murid, petugas kesehatan setempat dan masyarakat.
4) Tingkat Kecamatan
Fungsi dan tugas pokoknya adalah menyelaraskan program usaha kesehatan tingkat kecamatan. Kemudian juga memonitor pelaksanaan program UKS di SD,SLTP,SLTA, dan Sekolah-sekolah lain, termasuk SLB dengan catatan SD sebagai prioritas pertama.
5) Tingkat Sekolah
Keanggotaan Tim Pelaksanaan UKS di Sekolah ditetapkan oleh Kepala Sekolah. Keanggotaannya terdiri dari unsur Pemerintah Desa / Kelurahan, Kepala Sekolah, Guru, Pamong Belajar, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Puskesmas, Orang Tua Murid, serta unsur lain yang relevan. Tugas Tim Pelaksanaan UKS antara lain sebagai berikut:
a) Melaksanakan Tiga Program Pokok (UKS) yang terdiri dari Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan dan Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat sesuai ketentuan dan pedoman yang telah ditetapkan oleh Pembinaan UKS;
b) Menjalin kerjasama dengan orang tua murid, instansi lain dan masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan UKS;
c) Menyusun program, melaksanakan penilaian / evaluasi dan menyampaikan laporan kepada Tim Pembina UKS Kecamatan;
d) Melaksanakan ketatausahaan Tim Pelaksanaan UKS Sekolah;
Dari tingkat pelaksanaan UKS di sekolah-sekolah hingga tingkat pusat (pemerintah), diperlukan adanya organisasi yang baik. Untuk memperlancar usaha pembinaan dan pengembangan, serta mencegah terjadinya tumpang tindih dari berbagai kegiatan pembinaan UKS sebaliknya diwujudkan dalam satu wadah atau badan. Dengan demikian kerjasama lintas sektoral dari berbagai instansi yang berkepentingan mutlak diperlukan. Kerangka kerjasama pengorganisasian sistem kerja operasional UKS harus dipahami sebaik-baiknya, karena tidak sedikit sekolah atau guru yang beranggapan bahwa UKS merupakan tugas dari petugas kesehatan saja, ataupun sebaliknya petugas kesehatan menganggap UKS merupakan tanggung jawab jajaran pendidikan sekolah atau guru semata-mata.
DAFTAR PUSTAKA
Allender et al., 2013. Community & Public Health Nursing, Promoting The Public Health 8th edition. Wolter Kluwer Health Lippincot William & Wilkins
Departemen Kesehatan. (2008). Pedoman Pelatihan Kader Kesehatan di Sekolah. Jakarta: Departemen Kesehatan.
National Association of School Nurses (NASN). (2007). About us. Retrieved from http://www.nasn.org/Default.aspx?tabid=57
Tim Pembina UKS. (2008). Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS. Jakarta : Balai Pustaka
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar