KEPERAWATAN BENCANA (SUPPLEMENT)

BAB  1 Konsep dasar Bencana   Yuyud Wahyudi      Pendahuluan  Kompleksnya definisi dan konsep – konsep dasar tentang bencana wajib dikuasai oleh siapapun yang berkecimpung didalamnya, termasuk tenaga kesehatan secara umum dan khususnya perawat. Hal ini penting untuk digaris bawahi mengingat bencana dapat terjadi dimana saja, kapan saja tanpa, dan menimpa siapa saja pandang bulu. Pemahaman tentang istilah – istilah dasar terkait definisi, jenis bencana, serta dampak dari bencana itu sendiri wajib diketahui dan dipahami. Hal ini menjadi penting karena dengan memahami konsep – konsep dasar tersebut maka akan sangat membantu dalam menentukan langkah selanjutnya. Untuk menunjang tujuan tersebut diatas maka pada Bab 1 ini akan dibahas tentang konsep – konsep dasar umum dalam kebencanaan seperti definisi – definisi bencana, jenis – jenis bencana serta dampak bencana secara umum yang timbul akibat kejadian bencana. Pada akhir pembelajaran pada Bab 1, pembelajar dih...

KONSEP EVIDENCE BASED PRACTICE


KONSEP  EVIDENCE BASED PRACTICE 

Yuyud Wahyudi, S.Kep.,Ns, MNS

 

 

A. Definisi Evidence Based Practice

Tren dan isu akan tuntutan akan layanan keperawatan yang berkualitas akhir – akhir ini ditandai oleh maraknya informasi – informasi tentang ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan oleh perawat maupun tenaga kesehatan yang lain.

Tentu hal tersebut menjadi pertanda bahwa masyarakat atau konsumen layanan kesehatan sudah mulai mempercayai keperawatan sebagai suatu profesi yang memiliki profesionalime kinerja. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi perawat untuk terus senantiasa menjaga serta berupaya meningkatkan kualitas asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien. 

Sebagai perawat professional, sudah seharusnya memiliki kemampuan untuk memberikan layanan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan dan harapan pasien (patient centered care). Hal ini berarti bahwa seorang perawat harus memiliki pola pikir dan pola berperilaku sebagai pembelajar sepanjang hayat (life long learning mindset). 

Belajar sepanjang hayat atau life long learning merupakan kesadaran seseorang untuk terus – menerus berupaya memperbaharui ilmu pengetahuan sesuai dengan perkembangan teknologi dan informasi terkini.

Agar seorang perawat dapat menjadi pembelajar sepanjang hayat (life long learner), keterampilan Evidence Based Practice atau biasa disingkat EBP merupakan suatu kompetensi yang harus dikuasai, diimplementasikan sekaligus menjadi tanggung jawab perawat professional secara individu (Culen, 2015 ).

 

EBP merupakan suatu pendekatan pemecahan masalah dalam rangka pengambilan keputusan dalam proses kegiatan pelayanan kesehatan yang terintegrasi dengan ilmu pengetahuan atau teori yang ada, pengalaman pasien maupun praktisi dan bukti-bukti nyata (Melnyk & Fineout-Overholt2011Chiwaula et al., 2018).

Lebih lanjut, Melnyk & Fineout-Overholt (2011) menjabarkan bahwa EBP telah menjadi suatu media pemecahan masalah klinis sepanjang hayat (lifelong learning problem-solving approach to clinical) yang mengintegrasikan berbagai elemen atau komponen.

Dalam implementasi EBP, hasil bukti atau evidence yang berasal dari penelitian dengan menggunakan metode Randomize Control Trial (RCT) dipercaya sebagai bukti terkuat / strongest level evidence (level 1), dimana ditujukan untuk mengambil keputusan klinis terkait treatment atau perlakuan terhadap pasien untuk mencapai hasil yang diharapkan

Disamping itu evidence yang berasal dari penelitian kualitatif maupun deskriptif atau bahkan opini pakar bisa digunakan sebagai pertimbangan ketika penelitian dengan menggunakan metode Randomize Control Trial (RCT) tidak tersedia, demikian juga dengan teori – teori yang relevan (Evidence  Based Theory) juga dapat dijadikan rujukan.

Harapan dan nilai – nilai serta budaya yang dianut pasien termasuk dalam komponen Evidence Based Practice bersamaan dengan pengalaman praktek pelayanan (clinical expertise) itu sendiri dalam membuat suatu keputusan klinis. Penjelasan lebih rinci tentang konsep Evidence Based Practice sebagaimana yang diilustrasikan dalam gambar 2 sebagai berikut :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2. Diagram konsep EBP (diadopsi dari Melnyk & Fineout-Overholt, 2003)

Pada gambar 2 diatas dapat dijabarkan dengan penjelasan sebagai berikut :

1. Keputusan klinis yakni kemampuan untuk berfikir, memahami, dan menggunakan research evidence/hasil – hasil penelitian, serta kemampuan untuk mengetahui kondisi pasien yang sebenarnya melalui pengkajian subjektif historis kepada pasien, pengkajian fisik, dan hasil – hasil dari pemeriksaan laboratorium pasien.  

2. Internal evidence yang dihasilkan dari kegiatan quality improvement/perbaikan kualitas pelayanan dari suatu organisasi atau lembaga penyelenggara layanan.

3. Alasan klinis (Clinical Reasoning) yakni kemampuan untuk mengaplikasikan informasi yang diperoleh kedalam praktek klinik sehari – hari.

4. Melakukan evaluasi (evaluation) serta mengkaji penggunaan sumberdaya pelayanan kesehatan yang tersedia dan yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan menurut capaian target sesuai harapan dari pasien (outcome).

 

 

 

 

B. Tujuan Evidence Based Practice

Dalam praktek pemberian layanan asuhan keperawatan sehari – hari , baik secara sadar maupun tidak, perawat akan menghadapi berbagai masalah yang mungkin membutuhkan jawaban yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara ilmiah. Misalnya, pada pasien yang mengalami nyeri dan cemas apakah terapi nafas dalam cukup efektif untuk mengurangi ketidaknyamanan yang dialami oleh pasien atau ada teknik terbaru yang bisa diimplementasikan. 

Contoh lain adalah pasien lansia yang mengalami demensia bagaimanakah efektifitas terapi rendam air hangat dibandingkan dengan terapi musik terhadap pola tidur ? dan masih banyak lagi.  

Dengan asuhan keperawatan berdasarkan bukti (Evidence Based Practice)maka perawat akan mendapatkan bukti – bukti terbaik (the best evidence) untuk menjawab berbagai macam pertanyaan klinis yang muncul pada praktek sehari – hari. 

Tanpa adanya bukti – bukti andal terkini (current best evidence), maka praktek pelayanan kesehatan akan menjadi tidak relevan lagi (outdated), bahkan cenderung akan merugikan pasien sehingga dapat menimbulkan rasa ketidakpuasan pasien (Melnyk & Fineout-Overholt, 2011).

Demikian berdasarkan penjelasan diatas maka tujuan Evidence Based Practice adalah mendorong tercapainya hal – hal berikut :

1. Mencapai standar pelayanan tertinggi. 

2. Meningkatkan hasil pelayanan terbaik bagi pasien.   

3. Menurunkan biaya yang harus dikeluarkan pasien terhadap pelayanan kesehatan  terhadap.  

4. Memicu munculnya inovasi – inovasi dalam praktek asuhan keperawatan.

 

C. Kategori Evidence

Sebelum melangkah lebih jauh, penting untuk dipahami bahwa evidence adalah sesuatu harus dapat dibuktikan kebenarannya secara ilmiah. Untuk mempermudah dalam memahami konsep evidence,  Melnyk & Fineout-Overholt (2011) mengkategorikan pengertian evidence kedalam 2 kategori yakniExternal Evidence dan Internal Evidence. 

1. External Evidence adalah berasal dari penelitian yang telah teruji tingkat keandalan metode yang digunakan (contohnya systematic review/metaanalysis RCT atau Cohort Study) dan hasil dari penelitian tersebut dimaksudkan untuk dapat digunakan ditempat lain. Hasil dari penelitian biasanya akan menghasilkan pengetahuan terbaru (external evidence).

2. Internal Evidence adalah berasal dari praktek sehari – hari seperti dari hasil dari praktek, atau perbaikan kualitas (Quality Improvementpada tempat pelayanan atau organisasi

 

D. Manfaat Evidence Based Practice

Manfaat yang diperoleh dengan penerapan Evidence Based Practice sangatlah banyak sekali. The World Health Organization (WHO) mendeskripsikan keuntungan yang akan didapat jika praktik Evidence Based Practice di implementasikan, yakni :

1. Keuntungan bagi khalayak/masyarakat secara umum

a. Memperbaiki kondisi layanan keperawatan untuk lebih berpusat kepada pasien (Patient Centered Care).

b. Pasien dilibatkan  dalam Pengambilan keputusan.

c. Kualitas pelayanan prima yang diberikan menjadi lebih konsisten

d. Menurunkan perbedaan kualitas pelayanan yang mungkin timbul akibat perbedaan geografis

e. Mempercepat waktu rawat inap pasien di rumah sakit

f. Meningkatkan standar luaran (outcome) asuhan keperawatan

g. Meningkatkan quality health-care services secara keseluruhan

h. Meningkatkan patient safety

 

2. Keuntungan bagi perawat 

a. Meningkatkan kepuasan kerja

b. Menjadi faktor penguat profesionalisme perawat (Empowerment)

c. Meningkatkan keterampilan pelibatan pasien dalam praktek asuhan keperawatan

 

3. Keuntungan bagi sistem kesehatan 

a. Peningkatan capaian kualitas pelayanan kesehatan sesuai dengan tujuan program.

b. Terjadi luaran asuhan pelayanan yang lebih baik bagi pasien.

c. Meningkatkan ketercapaian program patient safety.

d. Menjadi dasar dalam menentukan kebijakan pelayanan kesehatan.

e. Membangun kapasitas sistem pelayanan kesehatan melalui proses kolaborasi. 

 

4. Pendidikan dan penelitian

a. Meningkatkan kebutuhan akan hasil penelitian yang memiliki level evidence yang kuat dan berkualitas tinggi.

b. Membangun kompetensi perawat khususnya dalam kemampuan berfikir kritis dan menjadi pembelajar sepanjang hayat (life long learner)

c. Menciptakan kompetensi perawat dalam proses dan implementasi hasil penelitian kedalam praktek sehari – hari.

 

 

Latihan 

1. Tuliskan pengertian Evidence Based Practice!

2. Tuliskan tujuan Evidence Based Practice!

3. Tuliskan kategori Evidence Based Practice!

4. Tuliskan secara singkat manfaat Evidence Based Practice!

 

 

 

 

Petunjuk Jawaban Latihan

1. Evidence Based Practice merupakan suatu pendekatan pemecahan masalah untuk pengambilan keputusan dalam organisasi pelayanan kesehatan yang terintegrasi di dalamnya adalah ilmu pengetahuan atau teori yang ada dengan pengalaman pasien maupun praktisi dan bukti-bukti nyata.

2. Evidence Based Practice adalah mendorong tercapainya hal – hal berikut :

a. Mencapai standar pelayanan tertinggi 

b. Meningkatkan hasil pelayanan terbaik bagi pasien   

c. Menurunkan biaya pelayanan kesehatan  terhadap  pasien  

d. Memicu munculnya inovasi – inovasi dalam praktek asuhan keperawatan

3. kategori Evidence Based Practice adalah External Evidence dan Internal Evidence, yakni :

a. External Evidence adalah berasal dari penelitian yang telah teruji tingkat keandalan metode yang digunakan (contohnya RCT atau Cohort Study) dan hasil dari penelitian tersebut dimaksudkan untuk dapat digunakan di tempat lain. Hasil dari penelitian biasanya akan menghasilkan pengetahuan terbaru (external evidence).

b. Internal Evidence adalah berasal dari praktek sehari – hari seperti dari  hasil dari praktek, atau perbaikan kualitas (quality Improvement) pada tempat pelayanan atau organisasi

4. Manfaat yang diperoleh dengan penerapan Evidence Based Practice diantaranya adalah :

a. Keuntungan bagi khalayak/ masyarakat secara umum diantaranya adalah memperbaiki kondisi layanan keperawatan untuk lebih berpusat kepada pasien (Patient Centered Care).

b. Keuntungan bagi perawat dapat meningkatkan kepuasan kerja

c. Keuntungan bagi sistem kesehatan nasional adalah dapat menurunkan biaya perawatan kesehatan

d. Bagi pendidikan dan penelitian adalah membangun kompetensi perawat khususnya dalam proses dan implementasi hasil penelitian kedalam praktek sehari – hari.

 

Ringkasan

Evidence Based Practice adalah salah satu metode ilmiah yang membantu dalam meningkatkan kualitas asuhan keperawatan kepada pasien. Yakni agar asuhan keperawatan yang diberikan oleh perawat dapat sesuai dengan metode terkini dan harapan serta ekspektasi pasien dan keluarga.

Secara eksplisit dampak luas dari implementasi Evidence Based Practice adalah diantaranya akan membawa manfaat bukan hanya bagi pasien secara individu, namun juga bagi populasi secara umum, bagi perawat, sistem kesehatan dan bagi pendidikan dan penelitian dalam profesi keperawatan.

 

Daftar Pustaka:

Chiwaula CH, Chinkhata M, Kamera H, Haruzivishe C. 2018. Evidence Based WrĂcƟcĞ͗ A Concept Analysis. Health Syst Policy Res Vol. 5
No.3: 75.

Cullen, Laura. 2015. Models For Implementation And Integration Of Evidence- Based Practice. Nursing Research, Evidence  Based Practice And Quality. University of Iowa Hospitals and Clinics. Vol. 20 No. 2 

Ellen Fineout-Overholt RN, PhD and Linda Johnston RN, PhD. 2011. Teaching EVIDENCE BASED PRACTICE: Implementation of Evidence: Moving from Evidence to Action 

Holleman G, Eliens A, van Vliet M, Achterberg T.  Promotion of evidence- Based practice by professional nursing association: literature review.  Journal of Advance Nursing 53(6), 702-709.

Lavin MA, Krieger MM, Meyer GA, et al.  2005. Development and evaluation of evidence- Based nursing (EBN) filters and related dataBased ds.  J Med Libr Assoc 93(1).

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ETIKA PENELITIAN

STRATEGI DALAM EVIDENCE BASED PRACTICE

PROGRAM PEMBERDAYAAN KADER DALAM PENCEGAHAN DBD DI DUSUN JUBEL DESA BANTUR KECAMATAN BANTUR (abstrak) prepubliskasi