materi : Langkah Penelitian dalam Keperawatan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Langkah Penelitian dalam Keperawatan
Oleh : Yuyud Wahyudi
A. Pengertian umum masalah dalam penelitian
Dalam proses penelitian akan selalu dimulai dengan masalah penelitian yang ingin dijawab oleh peneliti (Polit & beck, 2003). Secara umum proses awal penentuan masalah penelitian akan dimulai dengan peneliti menentukan atau memilih topic atau fenomena yang menjadi focus atau pusat perhatian dari peneliti itu sendiri. Contoh pernyataan yang lazim dari topic penelitan adalah seperti perokok remaja, kepatuhan pasien, manajemen nyeri, keamanan pasiean dan lain sebagainya. Didalam contoh topic yang disebutkan diatas tentu sifatnya masih sangat luas dan didalamnya pasti terdapat masalah penelitian yang potensial untuk diangkat.
Selanjutnya, tahap setelah menentukan topik penelitian pertanyaan dalam penelitian adalah menentukan pertanyaan penelitian spesifik yang ingin dijawab dan disikapi oleh peneliti terkait dengan masalah penelitian. Pertanyaan penelitian akan memandu jenis data yang akan dikumpulkan dalam suatu penelitian. Setelah peneliti memiliki pertanyaan penelitian, maka peneliti dapat membuat prediksi jawaban yang kemudian disebut dengan hipotesis penelitian yang kemudian diujikan secara empiris.
B. Sumber – sumber masalah penelitian
Sebagian besar peneliti pemula atau mahasiswa akan mengalami kebingungan tentang bagaimana memulai dan atau menemukan asal – usul masalah penelitian. Pertanyaan yang muncul diantaranya seperti darimana datangnya ide – ide masalah penelitian?, bagaimana memilih topic dang mengembangkannya?. Namun perlu diingat, untuk memilih masalah penelitian bagi peneliti pemula dapat dengan mudah didapatkan dari peminatan/interest.
Secara eksplisit Polit & Beck (2003) menyebutkan masalah – masalah yang layak diteliti dapat berasal dari berasal dari keingintahuan peneliti termasuk pengalaman peneliti itu sendiri, literatur keperawatan, masalah – masalah sosial, teori, maupun ide dan masukan dari peneliti lain sebelumnya.
C. Pengembangan masalah dalam penelitian
Pengembangan masalah penelitian memerlukan kreatifitas dari peneliti. Pada tahap awal setelah ide/topic penelitian berhasil ditemukan maka peneliti harus segera melakukan kritisi terhadap topic tersebut. Penting bagi peneliti untuk segera menuliskan mencatat ide/topic yang telah diketemukan tadi karena seperti dikemukakan sebelumnya bahwa ide/ topic yang ada adalah masih bersifat abstrak dan sangat luas. Contoh beberapa topik luas tersebut diantaranya komunikasi pasien, nyeri pada pasien dengan kanker, dan kehilangan orientasi pasca operasi dst.
Setelah menemukan topic penelitian yang dirasa sesuai dengan keinginan peneliti maka peneliti harus mempersempit / memfokuskan topic penelitian tersebut. Beberapa pertanyaan berikut adalah contoh – contoh pertanyaan yang biasanya digunakan untuk membantu dalam memfokuskan topic penelitian
1. Apa yang terjadi dengan ...?
2. Bagaimana proses yang ...?
3. Apa arti dari ...?
4. Kenapa ...?
5. Kapan ...?
6. Bagaimana ...?
7. Apa yang dilakukan untuk menyelesaikan .?
8. Seberapa jauh ...?
9. Seberapa intens ...?
10. Apa yang mempengaruhi ...?
11. Apa yang menyebabkan ...?
12. Karakteristik apa yang dikaitkan dengan ...?
13. Apa perbedaan antara ...?
14. Apa konsekuensi dari ...?
15. Apa hubungan antara ...?
16. Faktor apa yang berkontribusi pada ...?
17. Kondisi apa yang berlaku sebelum ...?
18. Seberapa efektif ...?
19. Dst.
Dengan bantuan pertanyaan – pertanyaan tersebut, topic yang kelihatan sepele sekalipun akan menjadi suatu topic yang menarik untuk diteliti. Saat peneliti berpindah dari topik umum ke masalah yang khusus yang lebih dapat diteliti / lebih spesifik, kemungkanan bias didapatkan lebih dari satu area masalah potensial dapat muncul.
D. Penentuan masalah penelitian
Hal terpenting dalam suatu proses penelitian adalah pengambilan keputusan untuk menentukan maslaah penelitian. Menurut Polit & Beck (2003) terdapat 4 (empat) hal penting yang harus diperhatikan ketika seseorang peneliti mengambil keputusan. Keempat hal tersebut adalah; 1) signifikansi masalah, 2) kemampuan untuk diteliti, 3) kelayakan masalah, dan 4) kepentingan atau keuntungan bagi peneliti itu sendiri.
Signifikansi masalah merupakan factor penting dalam memilih masalah penelitian. Poin penting dalam signifikansi masalah pada sebuah penelitian adaah seberapa besar hasil penelitian akan berkontribusi terhadap suatu bidang pengetahuan tertentu khususnya keperawatan. Beberapa pertanyaan yang dapat diajukan untuk mengetahui signifikansi masalah penelitian adalah sebagai berikut :
1. Apakah masalahnya penting?
2. Apakah pasien, perawat, atau yang lebih luas komunitas perawatan kesehatan atau masyarakat mendapat manfaat dari bukti yang akan dihasilkan?
3. Akankah hasilnya mengarah ke aplikasi praktis?
4. Akankah hasilnya ada relevansi teoretis?
5. Akankah temuan dapat memberikan dukungan untuk asumsi yang belum teruji?
6. Akankah temuan dapat membantu mengubah praktik keperawatan?
Jika jawaban untuk semua pertanyaan diatas adalah “Tidak,” maka masalahnya harus ditinggalkan.
Tidak semua masalah dapat diterima untuk investigasi secara ilmiah. Masalah atau pertanyaan terkait moral atau etika, meskipun sepertinya layak diteliti dapat berlaku sebaliknya yakni tidak mampu untuk diteliti. Sebagai contoh Haruskah euthanasia disahkan? Jawaban atas pertanyaan semacam itu didasarkan pada nilai-nilai seseorang. Tidak ada jawaban benar atau salah, hanya berdasarkan sudut pandang individu.
Waktu dalam penyelesaian studi juga penting untuk dipertimbangkan, artinya masalah harus menjadi salah satu yang dapat dipelajari secara memadai dalam waktu yang ditentukan. Ketika peneliti gagal dalam memperkirakan waktu penyelesaian dalam sebuah penelitian maka penelitian tersebut dapat mengalami kegagalan.
Selanjutnya ketersediaan biaya, dan sarana prasarana penunjang juga penting untuk dipertimbangkan. Penelitian yang berhasil diantaranya adalah penelitian yang dalam perencanaannya tersusun secara matang dan segala sesuatu terkait pembiayaan dan sarana prasarana penunjang khususnya dalam proses pengambilan dan analisa data yang dirasa banyak memakan waktu, tenaga dan biaya. Jika suatu masalah penelitian yang akan ditentukan dapat dipastikan menjawab kecukupan kebutuhan variable – variable diatas maka masalah penelitian yang ada dapat dilanjutkan ketahap lebih lanjut.
E. Langkah penelitian kuantitatif
Penelitian yang baik tidak dapat dipisahkan oleh proses yang sistematis dan terukur. Untuk itu, peneliti perlu memahami langkah penelitian secara sistematis. Sebagaimana kita ketahui bahwa terdapat dua jenis penelitian yakni kuantitatif dan kualitatif. Pada bahasan ini akan uraikan secara ringkas terkait proses dan langkah – langkah dalam penelitian kuantitatif.
Menurut Polit & Beck (2003) proses penelitian kuantitatif secara umum dalam bidang keperawatan memiliki 5 (lima) tahapan dan 18 (delapan belas) langkah. Tahapan dan langkah tersebut adalah sebagai berikut :
Pada tahapan yang paling awal ini perlu mengedepankan pemahaman konsep dan kemampuan berfikir kritis yang baik. pada fase ini peneliti perlu menggunakanberbagai kemampuan yang dimiliki diantaranya seperti kreatifitas, berfikir logis/deductive reasoning Adapun kegiatan dalam fase konseptual ini diantaranya adalah membaca, menyusun konsep, memahami teori – teori, mendiskusikan ide dengan kolega maupun pakar. Selanjutnya langkah – langkah berikut penjelasan dalam tahap konseptual adalah sebagai berikut :
a. Langkah 1 : Memformulasikan dan mem-batasi masalah
Baik tidaknya penelitian ditentukan oleh kemampuan peneliti dalam merumuskan masalah penelitian. Dalam tahap ini peneliti harus mampu memastikan bahwa masalah yang dipilih untuk diteliti merupakan suatu maslah yang actual dan mempuntai dampak yang signifikan terhadap praktek dilapangan.
Dalam tahap ini peneliti perlu mengamati fenomena praktek atau masalah dalam praktek yang ada untuk kemudian dianalisa dan dikerucutkan sehingga akan menjadi pokok masalah yang mempunyai batasan yang jelas. Dalam tahap ini perawat sebagai peneliti perlu perlu memperhatikan setidaknya 3 (tiga) hal berikut :
1. Eksistensi masalah
2. Evidence dari masalah
3. Kemanfaatan hasil kedepan dalam praktek asuhan keperawatan
b. Langkah 2 : Melakukan telaah literature
Dalam langkah ini peneliti harus melakukan pengayaan khasanah penngetahuan sesuai dengan topic yang akan diteliti (topic of interest) atau pilihan masalah yang telah dibatasi pada tahap sebelumnya. Keguanaan dari tahap ini adalah untuk memberikan dasar pengetahuan secara teoritis dalam penelitian serta menjadi bahan untuk pembahasan hasil penelitian. Pada langkah ini secara teknis peneliti dapat membuat rangkuman tentang apa saja yang telah dibaca dan dipelajari dan mencatat pustaka yang telah disitasi.
c. Langkah 3 : Melakukan analisa situasi
Setelah melakukan telaah literature pada tahap sebelumnya, pada langkah ini peneliti harus melakukan komparasi teori dengan praktek dilapangan (studi pendahuluan). Langkah ini berguna untuk memperkaya pemahaman peneliti dan memastikan bahwa masalah yang diangkat benar – benar actual dan layak untuk diteliti. Dalam tahap ini peneliti tidak perlu melakukan intervensi melainkan hanya pengamatan sesuai topic of interest.
d. Langkah 4 : Menyusun kerangka konsep dan definisi konseptual
Pada langkah ini peneliti harus mampu memformulasikan kerangka konseptual dari masalah. Dalam tahap ini peneliti menggambarkan kerangka dari teori dan masalah yang dipelajari sebelumnya kedalam suatu bagandisertai dengan penjelasan ringkas. Pemahaman peneliti terhadap suatu masalah penelitian sebenarnya ddapat diketahui dengan melihat bagan / kerangka konseptual yang telah dibuat.
e. Langkah 5 : memformulasikan hipotesis
Hipotesis dapat diartikan sebagai dugaan sementara terhadap hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Namun demikian perlu dipahami bahwa tidak semua penelitian membutuhkan hipotesis. penelitian yang bersifat dasar seperti survey, deskriptif yang bersifat cross sectional seringkali tidak membutuhkan rumusan hipotesis. Namun pada penelitian yang bersifat intervensi keberadaan hipotesis penelitian adalah mutlak diperlukan.
1. Tahap 2 : menyusun rancangan penelitian Planning Phase
Pada tahap 2 ini peneliti secara umum harus menentukan prosedur penelitian data yang tepat untuk menjawan pertanyaan penelitin yang telah ditentukan sebelumnya. Langkah penelitian yang termasuk dalam tahap 2 ini diantaranya :
a. Langkah 6 : Memilih desain penelitian
Desain dalam penelitian adalah berguna untuk membantu mengatasi segala potensi masalah yang akan muncul pada saat dilakukan proses penelitian itu sendiri. Dalam memilih suatu desain penelitian yang tepat maka peneliti harus mempertibangbkan berbagai hal diantaranya prediksi terjadinya bias, kemudahan prosedur, interpretasi hasil dan lain sebagainya.
b. Langkah 7 : Mengembangkan prosedur penelitian
Dalam mengambangkan prosedur penelitian peneliti harus secara jeli membuat urutan tahapan prosedur penelitian. Hal ini berlaku baik bagi penelitian yang bersifat eksperimen maupun non-eksperimen. Secara umum prosedur penelitian dikembangkan mulai dari persiapan dokumen administratif perijinan, pengambilan data, interpretasi hasil dan penyajian data.
c. Langkah 8 : Menentukan populasi penelitian
Populasi pada dasarnya dapat disefinisikan sebagai kumpulan individu yang mempunyai ciri – ciri atau spesifikasi yang sama dari suatu komunitas. Contoh populasi adalah populasi lansia dengan dm, populasi wanita hamil trimester ke 3 dsb. Dalam menentukan populasi, peneliti harus mampu menentukan spesifikasi subjek dalam penelitian se presisi mungkin.
d. Langkah 9 : Menentukan jumlah sampling
Penentuan jumlah sampel dalam penelitian dilakukan dalam rangka menunjang ke efektifan dan keefisienan strategi dalam penelitian. Efektif dan efisien dalam hal ini dikaitkan dengan waktu, biaya dan sumberdaya yang diperlukan dalam proses penelitian. Dalam teknik sampling diketahui ada dua jenis kategori umum sampling yakni probability dan non probability sampling dimana kedua jenis ketegori tersebut masih terbagi menjadi banyak sekali sub variable sampling.
e. Langkah 10 : Menentukan metode pengukuran
Dalam penelitiaan kuantitatif, peneliti harus melakukan penentuan dan pengembangan metode pengukuran atau pengumpulan data yang tepat. Metode pengumpulan data yang tepat tentunya harus mempunyai linieritas dengan definisi operasional yang telah ditentukan sebelumnya. Definisi operasional tersebut akan diukur melalui instumen atau alat ukur penelitian.
f. Langkah 11 : Menentukan ethical clearance
Dalam penelitian keperawatan, pertimbangan etik atau ethical clearance menjadi suatu bagian yang sensitive. Dalam hal ini baik penelitian dengan menggunakan manusia ataupun binatang sebagai subjek penelitian maka etika penelitian harus dipertimbangkan secara matang oleh peneliti.
g. Langkah 12 : Melakukan review rencana penelitian (Research Proposal)
Setelah seluruh langkah 1 sampa 12 selesai dilakukan maka peneliti harus melakukan review terhadap perencanaan penelitian yang telah disusun sebelumnya. Hal ini berguna untuk mendapatkan masukan dari pakar lain terkait keabsahan penelitian yang hendak dilakukan. Dalam hal ini mahasiswa harus menyajikan rencana penelitian dalam uji proposal penelitian dan meyakinkan penguji penelitian bahwasannya penelitian yang hendak dilakukan mempunyai nilai signifikansi praktis untuk dilakukan.
2. Tahap 3 : empiris
a. Langkah 13 : mengumpulkan data
Pada langkah ini peneliti melakukan proses pengumpulan data. Proses pengumpulan data penelitian harus dilakukan dengan mengikuti protocol penelitian yang sudah ditentukan sebelumnya. Jika tidak mengikuti protocol yang sudah ditentukan sebelumnya maka kemungkinan besar hasil akan menjadi bias atau bahkan tidak sesuai dengan harapan atau gagal.
b. Langkah 14 : persiapan data/Preparing the Data Analysis
Setelah data selesai dikumpulkan, langkah selanjutnya adalah peneliti harus melakukan analisa data. Namun setelah data yang telah dikumpulkan tersebut dianalisa, persiapan data adalah merupakan hal ang tidak kalah penting. Persiapan data berfungsi sebagai filter terhadap data yang teah dikumpulkan sebelumnya. Pada langkah ini peneliti harus melakukan pengecekan secara rinci dan secara umum juga melakukan koding.
3. Tahap 4 : Analisa
a. Langkah 15 : menganalisa data /Analyzing the data
Pada langkah ini peneliti harus mengolah data dari data- data yang sudah disiapkan atau dilakukan koding sebelumnya. Pada tahap ini peneliti memasukkan data – data tersebut untuk dialkukan analisis secara statistik
b. Langkah 16 : Interpreting the result/ penyajian hasil penelitian
Pada tahap ini peneliti menyajikan hasil penelitian yang sudah diuji secara statistic sebelumnya. Prinsip penyusunan hasil penelitian adalah peneliti harus mampu menghubungkan antara temuan dalam penelitian dengan tinjauan teoritis dan signifikansi masalah yang ada.
4. Tahap 5 : desiminasi
Pada tahap ini peneliti wajib menyampaikan hasil yang dari penelitian yang sudah dilakukan. Penyempaian hasil dapat berupa seminar hasil penelitian maupun publikasi dalam artikel ilmiah
Daftar Pustaka
1. Nazir, 2005, Metode Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia.
2. Sugiyono, 2005, Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta.
3. Polit & Beck, 2003. Nursing Research Principle and Methods Seventh Edition. Lippincot William & Wilkins
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar